Sunday, November 19, 2017

ANALISIS FILM A BEAUTIFUL MIND





Nama                            : Ferina Bleenk Sinky
NPM                             : 01.17.018
Mata Kuliah                  : Ilmu Psikologi
Dosen                            : Sumarni  Bayu Anita, S.Sos., M.A

Analisis Film “A Beautiful Mind” Berdasarkan Perspektif Psikologi.
Pertama saya mendapat Film A Beautiful Mind ini dari pertolongan youtube dengan menggunakan paket data internet dan ditonton selama kurang lebih dua jam , saya mendonwload kurang lebih 1 jam dan saya menontonnya selama 3 hari mengapa karena untuk menoton film tersebut memakan waktu dan konsentrasi dalam menganilisnya .

Alur Cerita  dari film :
Film A Beautiful Mind meceritakan tentang John Forbes Nash seorang ilmuwan yang mengalami ganguan jiwa Skizofrenia . sejak awal Nash di gambarkan sebagai pribadii , penyendiri , pemalu , rendah diri , introvert sekaligus aneh . Nash berhalusinasi mempunyai teman sekamar yaitu Charles dan keponakannya bernama Marcee , nyatanya dia tinggal sendiri di asrama . Selain itu , Nash merasa menjadi agen rahasia dari wilian Parcher yang diminta untuk memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Sovyet , padahal yang dialaminya adalah tidak nyata . Hal tersebut yang membuat istrinya Alicia khawaitr dan memasukkannya ke dalam rumah sakit jiwa dan mendaptkan perawataaan di sana , hingga akhirnya dapat melanjutakan kehidupannya bahkan mendapatkan nobel di tahun1994.

Dalam film A Beautiful Mind, diketahui bahwa Nash menderita skizofrenia paranoid, di mana penyakit mental ini membuat penderitanya menyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Selain itu, keadaan ini juga didefinisikan sebagai gangguan mental yang ditandai dengan kecurigaan yang tidak rasional atau logis. Skizofrenia paranoid ditandai dengan simptom-simptom atau indikasi sebagai berikut:
1. Adanya delusi atau waham, yakni keyakinan palsu yang dipertahankan.
  • Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi. Contoh: Saat Nash merasa bahwa dirinya dan Parcher sedang dikejar-kejar oleh kelompok bersenjata yang telah mengikutinya saat dia mengirimkan hasil pemecahan sandi yang dia lakukan.
  • Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting. Contoh: Nash merasa bahwa dia adalah orang jenius yang bisa menjadi agen mata-mata paling handal.
  • Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya. Contoh: Saat Nash diyakinkan oleh Charles, Marcee, dan Parcher untuk membunuh Alicia.

2. Adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan.
Contoh: Hal ini telihat saat Nash mulai mengenal Charles, dan tokoh-tokoh lainnya yang tak lain adalah khayalannya saja.
3. Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari, dan lengan yang aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.
Contoh: Saat Nash berjalan seperti dia sedang menyeret kaki sebelah kanannya, padahal Nash tidak mempunyai kelainan secara fisik. Dan karena hal ini pula Nash sempat menjadi bahan bully yang dilakukan mahasiswa lainnya setelah Nash akhirnya memutuskan untuk kembali ke lingkungan akademik setelah pengobatan panjangnya.
4.  Adanya gangguan emosi
Contoh: Saat Alicia mengambil alih sebagai tulang punggung keluarga, akhirnya Nashlah yang diberikan tanggung jawab untuk menjaga anak mereka. Pada satu sore ditemukan saat Nash sedang memangku anaknya dengan wajah yang tidak menunjukan ekspresi apapun.
5. Penarikan sosial (social withdrawl), pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.
Contoh: Dari dialog yang sering diucapkan oleh Nash, “Aku tak terlalu suka berhubungan dengan orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku.” Dari situ menunjukan bahwa Nash memang tidak mempunyai ketertarikan di lingkungan sosialnya untuk membaur dengan teman-temannya yang lain. Selain itu, Nash juga lebih memilih untuk menyendiri di perpustakaan atau di kamar asramanya, yang tak lain ia lakukan agar dia dapat menemukan konsep teori yang baru dari beberapa percobaan yang dia lakukan.
Diduga, penyebab gangguan kepribadian ini disebabkan oleh respon pertahanan psikologis (mekanisme pertahanan diri) yang berlebihan terhadap berbagai stress atau konflik terhadap egonya dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda. Di mana dalam film A Beautiful Mind digambarkan stressor yang dialami oleh Nash adalah:
  • Ambisi berlebih yang dimiliki oleh Nash untuk dapat memecahkan Hipotesis Reiman, yang tak lain adalah momok bagi para matematikawan.
  • Suasana politik dan perang yang terjadi di negaranya, dan hal ini membuat Nash merasa takut dan khawatir.
  • Merasa gagal karena dia telah didahului oleh teman-temannya yang lain untuk mendapatkan gelar doktor.
  • Merasa tidak bisa melayani istrinya (paska pengobatan).
  • Keadaannya yang tidak bisa mendapatkan pekerjaannya kembali (paska pengobatan).





No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...