Tuesday, November 28, 2017

wawancara festifal rumah boentjit



“Festival Rumah Baba Boentjit “

Nama / Npm       : Ferina Bleenk Sinky / 01.17.018
Jurusan                 : Ilmu Komunikasi ( Reg Pagi )
Mata kuliah         : Pengantar Ilmu Psikologi
Dosen                  : Sumarni Bayu Anita, S. Sos, M. Si



Palembang,adalah kota yang dikenal dengan jembatan Ampera dan pempeknya.  Palembang memiliki banyak destinasi wisata yang kalian bisa kunjungi, seperti Jembatan Ampera,  Pulau Kemarau,  Benteng Kuto Besak,  Jakabaring,  Kampung Al-munawarah, Bukit Siguntang, dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Rumah Baba Boentjit,  rumah yang bertema Palembang China ini menampilkan suasana yang unik. Tampilan luar rumah ini seperti rumah khas Palembang pada umumnya namun desai interiornya sangat kental akan kebudayaan China.


Festival pasar  baba boentjit ini di adakan oleh generasi pesona indonesia ( Genpi ).  Di hari minggu tanggal 26 november 2017 oleh Ketua Pelaksana Harian GenPI Sumsel, Achmad Nanda Nasrullah mengatakan, dipilihnya rumah ini sebagai destinasi wisata karena memiliki nilai sejarah dan lokasinya yang mudah untuk diakses. Dengan demikian, Pasar Baba Boentjit dipastikan menjadi tujuan wisata baru di kota Palembang. Kalau Jembatan Ampera, Pulau Kemaro dan BKB semua orang kan sudah tahu, tapi kita tidak pernah tahu bahwa di sini ada rumah tua yang bisa mengangkat nama kota Palembang. Rumah Oeng Boen Tjit ini memiliki nilai sejarah tersendiri, dengan kita desain lebih kekinian ternyata rumah ini juga bagus dan sangat cocok dijadikan sebagau destinasi baru. Festival Baba Boentjit sendiri ditujukan untuk semua kalangan dari usia dan minat, mulai dari generasi lalu sampai ke generasi sekarang. Apalagi untuk para generasi sekarang yang hobi makan, selfie, nulis, bahkan masak semua kegiatan tersebut ada di Baba Boentjit.


Kota Pelembang kini miliki destinasi wisata baru di tepian sungai Musi, yakni Pasar Baba Boentjit. Pasar ini dikenalkan langsung oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Selatan. " Rumah Baba Ong Boen Tjit " adalah rumah salah seorang pengusaha terkenal peranakan di palembang tempo dulu ."Rumah Baba Ong Boen Tjit " terbentuk rumah khas palembang namum interior dan ornamen Tiongkok .rumah baba boentjit ini di huni oleh keturunan nya yang kedepalapan.  Lokasi Rumah baba Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Rumah ini di predikdi sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta ukiran khas Kota Palembang dengan nilai sejarah tersendiri.
Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah. Hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit saja, penyeberangan akan sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal dan menghadap tepat ke arah Sungai Musi.

Saat tiba, terlihat ratusan pengunjung terlihat sedang melakukan foto hunting dan bermain layaknya berada di perkampungan dengan konsep yang sangat instagramable. Ada pula kuliner khas Palembang berupa :
1.      otak otak
2.      mie celor
3.      pempek panggang
4.      gandus
5.      dadar jiwo
6.      kelempang tunu
7.      es kacang merah
8.      Srikaya
9.      kue legit yang dijual masyarakat sekitar.

Seperti pada gambar diatas ruangan pertama sangat khas Budaya Tiongkok, mulai dari interior dinding, lampu atau lampion, patung, dan tulisan yang diukir dari huruf Tiongkok. 



Ternyata terdapat dua ruangan , di ruangan ke dua terdapat tempat sajian khusus.
Hal yang menarik dalam festival ini yakni kita dapat mengakses kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti nidah, demo masak, kuliner, tarian peranakan palembang, drama legenda antu banyu, serta tempat yang bisa kita jadikan baground untuk momen indah.

 Yang turut memeriahkan festival ini, kesan yang didapat Dinda Kirana sendiri sangat bangga terhadap festival ini karna masih ada budaya khas yang tetap dilestarikan. Ia sangat merekomendasi kan festival ini, bahkan ia memenita langsung pendapat para pengunjung tempat yang ia harus kunjungi selanjutnya di Palembang.
Pengalaman Dinda sendiri sangat senang ketika mencicipi masakan khas palembang



Menurut salah satu pengunjung yang datang,ia bernama pak beni seorang yang ingin tahu akan buadaya palembang pak beni ini berasal dari padang , menurut beliau festival ini sangat menyangkan dan menambah wawasan untuk generasi muda . Tujuan ia datang ke festival tersebut adalah untuk mengajarkan ke pada anak anaknya akan budaya yang ada di indonesia sambil menikmati di hari  libur bekerja.Adapun kesan yang di sampai kan oleh pak beni ;
Semoga tidak di tahun ini saja atau pun di hari dan bulan ini saja saya berharap akan ada acara seperti ini untuk melestarikan budaya indonesia agar kelak anak anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa bisa tau tentang budaya budaya yang ada di indonesia .

 Dan dari sekian banyak kegiatan ini hal paling dicari para pengunjung yaitu suasana yang unik dan indah untuk dijadikan momen berselfie ria, bahkan untuk mengabadikan momen tersebut di Sosial Media .  Jadi, kesimpulan yang bisa dipetik dari Festival Baba Boentjit ini ialah banyak sekali manfaat yang bisa kita pelajari dan menambah wawasan tentang kebudayaan yang ada,  kita harus tetap melestarikan kebudayaan yang ada di negara kita salah satunya kebudayaan yang terdapat di kota Palembang, banyak budaya yang bisa kita kembangkan kemasyarakat luas baik luar maupun dalam negeri.

     Dengan kita memperkenalkan kebudayaan di kota dan daerah itu berarti kita telah memperkenalkan suatu keindahan alam kepada generasi-generasi selanjutnya. Jagalah budaya dan jadikan diri kita bagian dari kebudayaan tersebut. 


No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...