ANALISIS UNSUR FILM “ SANG PEMIMPI ” DALAM MATA KULIAH SINEMATOGRAFI
Novel Sang Pemimpi merupakan sekuel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini menceritakan tentang perjuangan tiga orang pemuda dalam meraih mimpi-mimpinya. Ikal, Arai, dan Jimbron yang merantau ke Manggar dan bersekolah SMA di sana. Mereka bekerja paruh waktu sebagai kuli panggul di pelabuhan demi memenuhi kebutuhan sekolah dan kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Suatu ketika pada saat mereka sedang belajar, Julian Balia seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas Ikal, Arai, dan Jimbron mengatakan kata-kata yang begitu menginspirasi mereka. Julian Balia memotivasi murid-muridnya untuk bersekolah yang tinggi dan menjelajahi Eropa dan Afrika. Serta belajarlah di altar ilmu Sorbone Paris. Kata-kata Julian Balia pada saat itu sangat menginspirasi murid-muridnya. Hingga pada suatu ketika Arai dan Ikal berjani untuk pergi keliling Eropa dan Afrika. Tujuan utama mereka ialah berkuliah di Universitas Indonesia, lalu mendapatkan beasiswa S2 di Eropa. Jimbron mendukung penuh cita-cita kedua sahabatnya, dan berkata dengan lantang bahwa mereka akan ke Eropa dengan kuda pemberian Jimbron.
Berbagai halangan rintangan mereka lalui,
akhirnya tiba pada saatnya Arai dan Ikal berangkat menuju Jakarta. Saat-saat
yang mengharukan terjadi ketika Jimbron memberikan dua buah celengan kuda untuk
Arai dan Ikal. Jimbron berkata bahwa, mereka akan ke Paris dengan kuda-kuda
pemberian Jimbron. Mereka pun berpelukan. Pada saat di Jakarta, Arai tiba-tiba
menghilang dan bertemu kembali dengan Ikal pada saat-saat yang tidak terduga.
Aria bertemu Ikal di tempat mereka akan melakukan wawancara calon penerima
beasiswa S2 ke Paris. Akhirnya mereka pun meraih mimpi-mimpi mereka.
UNSUR – UNSUR FILM YANG TERKAIT DENGAN ANALISIS FILM SANG
PEMIMPI
1.
IDE
CERITA
Sang Pemimpi adalah sebuah film Indonesia
tahun 2009 yang
diadaptasi dari tetralogi novel Laskar
Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea
Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza
dengan produser
Mira
Lesmana. Pengambilan gambar rencananya dimulai di Belitung
(Belitong, dalam bahasa setempat) pada 1 Juli 2009 dan dijadwalkan
selesai pada 21 Agustus 2009, dan akan dilakukan di beberapa lokasi di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor.
Film ini rencananya akan tayang di bioskop di Indonesia mulai 17
Desember 2009. Sang Pemimpi akan menjadi film pembuka dalam Jakarta International Film Festival
(JiFFest) 2009 pada 4 Desember 2009, dan menjadi film Indonesia pertama yang
menjadi pembuka sejak JiFFest pertama pada tahun 1999. Sang Pemimpi adalah film
Indonesia terlaris kedua pada tahun 2009 dengan jumlah penonton 1,9 Juta orang.
2.
SKENARIO
(JALAN CERITA)
Sang Pemimpi merupakan
kelanjutan dari Laskar Pelangi. Film ini menceritakan
mengenai Ikal dan saudara sepupunya, Arai, serta sahabatnya, Jimbron, pada usia
remaja, dan mengisahkan mengenai anak remaja yang mencari identitas diri dan
seksualitas pada usia 17 tahun. Ikal masih merindukan cinta pertamanya yang
telah pergi dari Belitung, menyisakan hanya kenangan dan sebuah kotak kaleng
yang bergambarkan menara Eiffel. Arai, seorang playboy bergaya Melayu,
jatuh cinta kepada teman sekelasnya Zakiah Nurmala yang tampaknya bertepuk
sebelah tangan. Sementar itu, Jimbron berangan-angan untuk menyelamatkan
Laksmi, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah pabrik cincau. Bersama-sama,
ketiganya berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.[6]
3.
SUTRADARA
Riri Riza
dan Hanung Bramantyo memang jauh berbeda, yang ini masuk dalam Film Film Drama
Terbaik pilihan kami, sementara yang lain di genre yang berbeda. Namun bukan
perbedaan seperti itu, yang kami maksud adalah bagaimana kami menggiring
cerita, bagaimana kami menggambarkan karakter seperti Lukman Sardi, Zaskia Adya
Mecca, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha (nidji), Dennis Adhiswara, Agus Kuncoro,
Sujiwo Tejo, atau penyampaian konflik.source : https://film-terbaik.id/sang-pemimpi
4.
PEMERAN (AKTRIS/AKTOR)
Sang Pemimpi diperankan oleh beberapa artis terkenal serta artis film
pendatang baru asli Belitung. Hanya beberapa pemeran dari Laskar Pelangi yang dipertahankan
untuk turut dalam film ini. Vikri Setiawan, Ahmad Syaifullah, Azwir Fitrianto,
Sandy Pranatha, dan Zulfanny adalah para pemeran asli Belitung. - Vikri Setiawan sebagai Ikal remaja.
- Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa (juga dalam Laskar Pelangi).
- Zulfanny memerankan Ikal kecil (juga dalam Laskar Pelangi)
- Rendy Ahmad sebagai Arai remaja. Arai merupakan sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orang tua Ikal. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya.
- Nazriel Ilham (Ariel "NOAH") sebagai Arai dewasa. Mira Lesmana menyatakan bahwa Ariel NOAH sebagai Arai dipilih melalui proses casting, bukan karena kepopulerannya.[
- Sandy Pranatha sebagai Arai kecil.
- Azwir Fitrianto sebagai Jimbron remaja.
- Mathias Muchus sebagai Seman Said Harun, Ayah Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
- Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
- Nugie sebagai Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif dan bersemangat, yang menginspirasi Ikal dan Arai untuk bermimpi kuliah di Perancis. Nugie mengatakan bahwa demi tampil maksimal dalam film ini, ia belajar jadi orang culun, memakai kemeja lusuh, dan celana di atas perut. Ia juga harus mempelajari dialek Belitong dengan mendengarkan rekaman percakapan orang-orang Belitong. Film ini dianggapnya sebagai sebuah batu loncatan.
- Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, kepala sekolah yang keras dan galak.
- Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, gadis Melayu nan cantik yang menjadi obsesi cinta Arai.
- Yayu Unru sebagai Bang Rokib, pelaut Melayu yang berpengalaman.
- Jay Wijayanto sebagai Bang Zaitun, pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara.
5.
EDITING
Menurut produser Sang Pemimpi, Mira
Lesmana, pembuatan film ini menghabiskan dana sekitar Rp 12 miliar, lebih
besar dari Laskar Pelangi yang menghabiskan dana sekitar
Rp 8-9 miliar. Pada November 2009, Sutradara Riri Riza dan timnya melakukan
penyelesaian mixing di studio di Bangkok, Thailand. Andrea Hirata
menyatakan bahwa bagi dirinya pribadi, film Sang Pemimpi tiga kali lebih
bagus dari Laskar Pelangi.
6.
TATA
MUSIK
Untuk mengiringi film ini, Trinity Optima Production merilis album
tema film ini dengan hits singel lagu yang berjudul sama, Sang Pemimpi
yang dinyanyikan oleh Gigi.
- Sang Pemimpi - Gigi
- Apatis - Ipang
- Cinta Gila - Ungu
- Ini Mimpiku - Claudia Sinaga
- Rentak 106 (Pak Ketipung) - Jay Wijayanto
- Teruslah Bermimpi - Ipang
- Zakiah Nurmala - Rendy Ahmad
- Para Pemimpi - Silentium
- Komidi Putar - Bonita
- Fatwa Pujangga - Rendy Ahmad
- Mengejar Mimpi - Maudy, Rendy, Claudia
- Tetaplah Berdiri - Nineball
- Cinta Gila (Bonus Version)
- Sang Mantan - Nidji

No comments:
Post a Comment