“Cara
Kreatif Belajar Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif dari Rumah di
Tengah Pandemi Covid-19
Covid-19 yang lebih dikenal dengan nama virus
Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini
menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut
Covid-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan,
pneumonia akut, sampai kematian. Indonesia saat ini tengah menghadapi hari-hari
melawan covid-19, bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Menteri PAN-RB) telah mengeluarkan surat edaran baru yang pada
intinya menyatakan perpanjangan masa bekerja dari rumah (Work From Home) dan
belajar dari rumah (Studying from home).
Dengan menghindari virus yang mematikan ini, kita
perlu memtuskan rantai virus. Namun, tidak menghalangi untuk mempelajari
sinematografi ditengah pandemik virus berbahaya. Semua orang bisa
mempelajari beberapa teknik dasar sinematografi, termasuk kamu. Bisa
dilakukan dengan mudah dan sederhana.
Sebelum mengenal apa itu
metoodologi penelitian komunikasi kualitatif perlu temen teman ketahuii ada
beberapa yg perlu anda siapkan yaitu buku metode peneliitian komunikasi
kualitatif dari Dr. Sugeng pujileksono , M. Si dan kumpulan naskah call for
paper . Berbeda
dengan penelitian kuantitatif yang berbasis pada perhitungan angka dan
statistika, penelitian kualitatif memiliki dasar deskriptif guna memahami suatu
fenomena dengan lebih mendalam. Penelitian kualitatif menggunakan landasan
teori sebagai panduan untuk memfokuskan penelitian, serta menonjolkan proses
dan makna yang terdapat dalam fenomena tersebut.
Perbedaan yang paling mendasar antara penelitian
kuantitatif dan kualitatif adalah alur teori dan data, dimana penelitian
kuantitatif bermula dari teori yang dibuktikan dengan data lapangan; sedangkan
penelitian kualitatif berangkat dari data lapangan dan menggunakan teori yang
sudah ada sebagai pendukung, lalu hasilnya akan memunculkan teori dari data
tersebut.
Ciri – ciri Penelitian Kualitatif
Untuk lebih memahami mengenai penelitian
kualitatif, berikut adalah ciri-ciri dasar yang perlu diketahui:
- Bersifat deskriptif analitis, terlihat dari caranya mengumpulkan dan merekap data yang bukan dicatat dalam bentuk angka namun penjelasan sejelas-jelas dan sedalam-dalamnya. (Baca juga: Teori Efek Media Massa)
- Bersifat induktif, yaitu peneltiian dimulai dari data atau fenomena yang ada di lapangan yang kemudian memunculkan teori. (Baca juga: Teori Komunikasi Politik)
- Menggunakan teori yang sudah ada sebagai pedoman dan pendukung, karena meski berangkat dari data namun tetap saja teori digunakan sebagai fokus pembatas dari objek penelitian. (Baca juga: Teori Dramaturgi)
- Berfokus pada makna yang terdapat dalam suatu fenomena yang diteliti, yang dapat digali dari persepsi objek penelitian. (Baca juga: Teori Komunikasi Organisasi)
- Mengutamakan akan pentingnya proses penelitian yang berjalan, bukan semata mengacu pada hasil yang ingin dicapai. (Baca juga: Teori Spiral Keheningan)
Jenis Penelitian Kualitatif
Setelah memahami apa itu penelitian kualitatif,
selanjutnya kita akan membahas apa saja jenis penelitian yang ada dalam
penelitian kualitatif. Berikut adalah jenis-jenis penelitian kualitatif yang
biasa digunakan dalam penelitian ilmu sosial, termasuk ilmu komunikasi:
A. Fenomenologi
Jenis Metode Penelitian Kualitatif yang pertama
adalah fenomenologi. Kata fenomenologi Berasal kata dari bahasa Yunani, phainomenon yang
berarti penampakan diri dan logos yang berarti akal, studi
fenomenologi merupakan penelitian yang mengkhususkan pada fenomena dan realitas
yang tampak untuk mengkaji penjelasan di dalamnya. Fenomenologi sendiri
memiliki dua makna yaitu sebagai filsafat sains dan juga metode penelitian,
yang bertujuan mencari arti atau makna dari pengalaman yang ada dalam kehidupan.
Fenomenologi akan menggali data untuk menemukan
makna dari hal-hal mendasar dan esensial dari fenomena, realitas, atau
pengalaman yang dialami oleh objek penelitian. (Baca juga: Teori Fenomenologi)
Penelitian fenomenologi dapat dimulai dengan
memperhatikan dan menelaah fokus fenomena yang hendak diteliti, yang melihat
berbagai aspek subjektif dari perilaku objek. Kemudian, peneliti melakukan
penggalian data berupa bagaimana pemaknaan objek dalam memberikan arti terhadap
fenomena terkait. Penggalian data ini dilakukan dengan melakukan wawancara
mendalam kepada objek atau informan dalam penelitian, juga dengan melakukan
observasi langsung mengenai bagaimana objek peneltiian menginterpretasikan
pengalamannya kepada orang lain.
B. Etnografi
Berangkat dari dasar ilmu antropologi atau kajian
budaya, etnografi merupakan metode penelitian yang melihat kajian bahasa
dalam perilaku sosial dan komunikasi masyarakat dan bagaimana bahasa tersebut
diterapkan berdasarkan konsep budaya yang terkait. Kajian etnografi memiliki
dua dasar konsep yang menjadi landasan penelitian, yaitu aspek budaya
(antropologi) dan bahasa (linguistik), dimana bahasa dipandang sebagai sistem
penting yang berada dalam budaya masyarakat. (Baca juga: Etnografi Komunikasi)
Metode penelitian etnografi memiliki tujuan untuk
mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam budaya serta digunakan
untuk berkomunikasi individu di dalamnya, serta melihat bagaimana bentuk dan
fungsi bahasa tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain itu,
metode etnografi juga menginterpretasikan kelompok sosial, sistem yang berlaku
dan peran yang dijalankan, serta interaksi sosial yang terjadi dalam suatu
masyarakat. Metode etnografi biasanya digunakan untuk berfokus pada kegiatan
atau ritual tertentu dalam masyarakat, bahasa, kepercayaan, cara-cara hidup,
dan lain sebagainya.
C. Studi Kasus
Sesuai dengan namanya, metode penelitian studi
kasus meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat
yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan
interaksi yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada suatu kesatuan sistem yang
bisa berupa suatu program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang
ada pada keadaan atau kondisi tertentu.
Karena khusus meneliti suatu hal atau sistem
tertentu, penelitian studi kasus bukanlah dilakukan untuk menarik kesimpulan
terhadap fenomena dari suatu populasi atau kumpulan tertentu melainkan khusus
untuk kejadian atau fenomena yang diteliti saja. (Baca juga: Konvergensi Media)
Meski mencakup satu kesatuan sistem, penelitian
studi kasus tidak harus meneliti satu orang atau idnividu saja, namun bisa
dengan beberapa orang atau objek yang memiliki satu kesatuan fokus fenomena yang
akan diteliti. Untuk mendapatkan data yang mendalam, penelitian studi kasus
menggunakan teknik wawancara, observasi, sekaligus studi dokumenter yang
kemudian akan dianalisis menjadi suatu teori. Studi kasus akan memahami,
menelaah, dan kemudian menafsirkan makna yang didapat dari fenomena yang
diteliti tersebut.
D. Metode Historis
Penelitian selanjutnya adalah metode historis,
yaitu penelitian yang memiliki fokus penelitian berupa peristiwa-peristiwa yang
sudah berlalu dan melakukan rekonstruksi masa lalu denga sumber data atau saksi
sejarah yang masih ada hingga saat ini. Sumber data tersebut bisa diperoleh
dari berbagai catatan sejarah, artifak, laporan verbal, maupun saksi hidup yang
dapat dipertanggungjawabkan kebenaran persaksiannya. Karena mengkaji peristiwa
yang sudah berlalu, ciri khas dari penelitian historis adalah waktu; dimana
fenomena dilihat perkembangan atau perubahannya berdasarkan pergeseran
waktu. (Baca juga: Nilai Berita)
Ciri lain dari metode historis adalah kajian
penelitian lebih banyak bergantung pada data observasi orang lain yang sudah
terlebih dahulu melakukan penelitian, bukan hanya data observasi milik peneliti
itu sendiri. Selain itu, sumber data yang digunakan haruslah bersifat objektif,
sistematis, akurat, serta otentik yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
serta berasal dari sumber yang tepat. Karena metode historis memiliki konse
dasar waktu, perlu diperhatikan dengan lebih teliti mengenai urutan peristiwa
dan waktu-waktunya dengan detail dan jelas.
E. Metode Teori Dasar (Grounded
Theory)
Jenis Metode Penelitian Kualitatif lainnya ada
Metode Teori Dasar. Metode teori dasar merupakan penelitian yang dilakukan
untuk menemukan suatu teori atau menguatkan teori yang sudah ada dengan
mengkaji prinsip dan kaidah dasar yang ada lalu dibuat kesimpulan dasar yang
membentuk prinsip dasar dari suatu teori. Dalam melakukan metode ini, peneliti
perlu memilah mana fenomena yang dapat dikatakan fenomena inti dan mana yang
bukan untuk dapat diambil dan dibentuk suatu teori.
Pengumpulan data metode teori dasar ini dilakukan
dengan studi lapangan, observasi, pembandingan antara kategori, fenomena, dan
situasi berdasarkan berbagai penilaian, seperti kajian induktif, deduktif, dan
verifikasi hingga datanya bersifat jenuh.


1 comment:
Trus kuliah sampai lulus yaa
Post a Comment