Monday, January 18, 2021

17 BIRU

 


 

 

Seringai malam menjerang meradang

Menggubris rasa berang dalam pilu

Terusiklah sang payoda di ufuk terang

Meresap ke ulu hingga kelu

 

Tangan yang saling mendekap erat

Cakrawala lah sang saksi bisu

Tiap rintangan serentak dilumat

Kendati pedih membelenggu

 

Kini angkasa hitam legam

Berhiaskan gemuruh rintihan amerta

Menikam kejam hingga runyam

Tuntas terhabisi para jelata

 

 

Api yang menggeliat merampas suka cita

Mengutuk setiap canda tawa

17 biru dibuatnya candela

 

Air mata pun rebas dengan sendirinya

 

 

 

Hingga sang kemukus jatuh dengan elok

Menghantar tirta amarta sang satria

Pupus sudah lara 17 biru

Api lenyap tinggalah tilas hitamnya

 

Dan pada tiap petikan harpa

Jadilah kenangan senja tak telupa

Bahkan bila sang penguasa kembali angkara

Ikatan kami tak mungkin binasa

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...