Thursday, October 8, 2020

DARI KAMI UNTUK YENWAUPNOR

MENULIS PAPUA

Tanpa Papua, kita bukanlah Indonesia yang utuh?

Ada beribu pertanyaan sebelum perjalanan ini dimulai? Ada beribu kenyataan sebelum ekspedisi ini berlangsung? Ada beribu rasa sebelum kita hadir menyapa yang lain?

Papua tetaplah cinta, dan itu yang bisa kita mengerti.

Perjalanan ini perjalanan yang singkat, namun panjang untuk diurai, dikenang, dan dimaknai secara berulang. Sekali lagi.

Yenwaupnor satu Desa di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Sebuah wilayah nun jauh di Timur Indonesia. Yang tanpa pernah kita mengerti, sebelum sampai dan berani menyapanya.

Perjalanan ini mengartikan banyak hal. Bermula dari tak saling mengenal, namun tetap bahu-membahu dan bekerja beriiringan untuk membangun sebuah pondasi utuh: empati.

Pengabdian adalah pengorbanan. Atas segala yang kita kerjakan, dan hal baik untuk dikenang. Perjalanan merawat kebaikan, menanam dan menyiram sesuatu dengan apa yang kita sebut pengabdian, pengorbanan dan Cinta.

Tak banyak memang yang kita kerjakan. Tapi kami percaya akan satu hal: sekecil apapun perbuatan, tetaplah bagian akhir dari sebuah kebaikan.

"Jangan beri kami uang & materi. Tetapi beri kami buku & kesempatan yang sama besarnya." Ujar mereka dari apa yang kami dengar.

Bermacam divisi kami mengabdi. Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekowisata. Namun, terlepas dari itu, kita belajar banyak hal. Selalu menjadi gelas kosong namun saling mengisi.

Pada akhirnya, perjalanan papua adalah perjalanan diri sendiri. Menyelam ke lubuk hati dalam satu rahim: ibu pertiwi.

Kitorang Papua.
Kitorang Indonesia.


No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...