Sunday, April 30, 2023

Bahtera Si Kompas


Inilah puan tenggelam di ujung malam

Gelombang berpuluh-puluh meter tingginya

Menggulung dan menghantam siapapun di depan

Bahteranya masih utuh dengan awak sibuk berpanjat

 

 

Kompasnya rusak dipertengahan rute rasi bintang

Kacanya pecah beserta jarum penunjuk arah yang terdiam Tanpanya sang puan pucat pasi

Ke manakah angin tertuju?

 

 

Mengarungi samudera tanpa gentar

Kini seluruh sendi tubuh ikut bergetar

Menyaksikan alam bernaung mereka yang keemasan

Entah, seperti membentuk sekumpulan petunjuk samar

 

Racau puan, seperti ini akhirnya?

Kapan menghirup rerumputan daratan nan sejuk?

Ataukah menemukan gurun dengan fatamorgana oasis?

Tunggu, bukankah satu kesalahan belum tentu merusak tujuan akhir?

 

 

Lantaran, seribu jalan lainnya belum ditemukan

Dibiarkannya alunan angin menghantar

Dengan si kompas yang berharap cemas diperbaiki

Teringat perompak baik hati berbisik lembut

 

Katanya, memulai cerita baru belum tentu seindah yang sudah

Sekali lagi, tekad menjadi saksi nyata

Si kompas mematut diri mempersiapkan

Menciptakan memori terkenang hingga nanti

 

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...