Saturday, September 5, 2020

DEMONSTRAN

saat demonstran menuntut haknya 

sengat matahari menjadi temnnya 

ribuun peluh yang jatuh tak jadi hiraunya 

berjalan maju beriring lantang suara 

 

saat demostran menuntut haknya 

selogsong aspirasi tersimpan rapat 

besiap tembakan , berharap mengena 

mengena hati para birokrat 

 

saat demonstran menuntut haknya 

hasrat keadilan memanaskan semnagat 

semangat untuk menambal payung demokrasi 

yang kian hari makin berlubang 

 

saat demonstrann menutut haknya ..

sejuta harap di terbangkan ke sanburai 

sanubari para birokrat yang makin 

ke mana yang seakan makin memamerkan digdya

 

saat demonstran menuntut haknya 

bukanlah sebagau manusia penyambutnya 

penjaga masyarakat dengan semnagat menyangomi 

berubah menjadi pemngangsa yang layak hantam 

 

saat demonstran menutut haknya 

 tak luput mereka dari ribuan hantam 

hatam yang di layangkan oleh ppapra pengayom 

nyawa yang melayang tak ada dalam pedulianya 

 

saat demonstran menuntut haknya 

ada berjuta harap yang di wakilkan 

harapan yang serupa untuk di suarakan 

harapkan demi demokrasi yang tetap lestari 

 

jikau lau demostrasan di harapkan untuk bianasa 

apa lagi yang memicu perubahan

apa lagi yang dapat menjatuhkan triani 

apa lagi yang dapat bertamu ke pemilik demotrasi 

 

jikalauu damai mejadi alas perlakuakan

anarki tak akan mungin di lahirkan 

jika benci mejadi tameng perlindungan

tetap ada nyawa yang trus terbuang 

 

liriklah mereka wahai penguasa 

jauhkan egomu , dengarkan mereka 

dengerkan daulat yang akkan di terangkan 

saat demostran menutut haknya .

 

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...