Saturday, January 23, 2021

BAHETRA SI KOMPAS

 

Inilah puan tenggelam di ujung malam 

Gelombang berpuluh-puluh meter tingginya 

Menggulung dan menghantam siapapun di depan 

Bahteranya masih utuh dengan awak sibuk berpanjat

 

Kompasnya rusak dipertengahan rute rasi bintang

 

  Kacanya pecah beserta jarum penunjuk arah yang terdiam

 

Tanpanya sang puan pucat pas

Ke manakah angin tertuju?

Mengarungi samudera tanpa gentar

Kini seluruh sendi tubuh ikut bergetar

Menyaksikan alam bernaung mereka yang keemasan

Entah, seperti membentuk sekumpulan petunjuk samar

 

Racau puan, seperti ini akhirnya?

Kapan menghirup rerumputan daratan nan sejuk?

Ataukah menemukan gurun dengan fatamorgana oasis?

Tunggu, bukankah satu kesalahan belum tentu merusak tujuan akhir?

 

Lantaran, seribu jalan lainnya belum ditemukan

Dibiarkannya alunan angin menghantar

Dengan si kompas yang berharap cemas diperbaiki

Teringat perompak baik hati berbisik lembut

 

Katanya, memulai cerita baru belum tentu seindah yang sudah

Sekali lagi, tekad menjadi saksi nyata

Si kompas mematut diri mempersiapkan

Menciptakan memori terkenang hingga nanti

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...