Monday, January 25, 2021

EPISODE MATURASI RASA

 

 Di tubuh September kutabur bunga seribu warna 

 

Pada setiap jalan menuju peraduan aksara yang tak mampu dieja 

 

Pakondang-Mandala menjadi saksi atas perjalanan Maturasi rasa

Tepat di perempatan menuju rumahmu segumpal rindu pecah menjadi bianglala

Membias diantara jembatan dan bukit-bukit nan basah.

Di kaki bukit kucipta jejak seindah sajak

 

 

Mencari puisi dibalik imaji tak pasti sebelum hilang ditelan Oktober

Kau menjadi satu diksi dalam puisi yang kupilih

Berbaur dengan seribu aksara dalam segelas makna tak bertuah

Semanis pilu menahan sejuta rindu menggebu di dasar kalbu.

Hari ini aku memejamkan mata

Merapal do’a - do'a untuk kulepas di laut, dan di setiap reranting cemara 

 

Barangkali semesta mengamini perihal do’aku yang menyublim

Berharap segala kembali seperti sebuah kecupan di kening

Dan mengawinkan jari-jari kita dalam bising.

 

 
 

 

 

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...