Tuesday, January 26, 2021

PULANG

 

Di pinggir jalan itu

Ia sedang merutuki nasib 

Tetapi mulutnya tersumpal keramaian seolah ia dibisu

dan orang lalu-lalang menyumpahi kehadirannya begitupun salju yang turun malam itu

mengembun basah di pelupuk matanya

  

Bodoh!

Sekali lagi mulutnya muntah serapah Baru saja dinding suci kepunyaannya jebol dikoyak berahi harta sepuluh euro

Lagi-lagi, menuruti ibunya yang tak sudi hatinya dibakar kalung, cincin, dan rentetan gelang tetangga Sedang ia pun melarat

  

Seandainya bapaknya mau mendulang emas tambang

Setidaknya ia akan tetap mencumbu ilalang kering

Di selasar petang senja merah muda

Bukannya mengusap kaki para tuan

  

Lantas dipukulinya waktu yang melulu berlalu

Sembari mencari tempat pembuangan muka

Sebelum langkahnya terhenti di perempatan kota

Menanti bis malam mengantarnya pulang

Lewat tiket yang dipesan di tengah jalan kala itu

Entah ke surga atau ke nerak Terserah Tuhan

 

 

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...