Saat Swastamita hadir aku termenung.
Mengingat kata, frasa, kalimat, wacana yang beradu,
kau toa-kan bersama mereka di semak-semak.
Lihat!
Akibatnya ada semburan Anala di celah bibirmu.
Saat Arunika memberi sapa kepada Atma di bumi.
Ia lupa, akan dunia fana yang penuh dosa dan menggairahkan.
Sebab Kau dan Aku hidup di zaman orde teletabis.
Beragam dan penuh warna, tapi hanya sekedar omong kosong.
Anak polos yang bernama Nirmala sudah dikotori forum bibir-bibir rusak.
Lihat! Hati busuk mereka telah menjalar sampai ke moncongnya. Berbagi Saban dosa tanpa rasa bersalah, Ia merasa Anindita.
Aib yang seharusnya dilindungi Tuhan, telah di ekspos oleh Lucifer.
Apakah saya harus adukan ini kepada Tuhan, Sang Ahad?
Dengan menadahkan kedua tangan di Shyam.
Ditemani pula oleh Sarayu, seraya memohon.
Tewaskan saja hati mereka sampai ke liang lahat.
Itulah pengaduan yang sempurna tapi tidak begitu sempurna.
Lihat dan Rasakan!
Marah, pedih, sedih, sengsara, sesal, ingin mati. yang dibebankan oleh si korban peng-ghibah-an.
Ia hampa merasa Sumarah dirantai oleh caci dan sindiran
Siapa mengira ia akan menjadi tokoh utama didalam cerita?
Dimana gerak-gerik diawasi oleh CCTV segolong makhluk laknat!
Sungguh kasihan korban Ghibah.
Ini adalah isi hati Atma Nirmala yang ternodai oleh Ghibah
No comments:
Post a Comment