Wednesday, February 3, 2021

TO REZA KIOANO KW

 

26 Januari 2021 - Surabaya.

Tanjung perak menjadi saksi bisu perjumpaan kita.

Kulit sawo matangmu, menjadi ciri yg selalu kuingat.

Hitam panjang rambutmu beserta kumis tipis beriring senyum manismu.

Membuatku terpukau dan terpaku pada parasmu.

 

Kala itu, terasa begitu singkat waktu perkenalan kita.

Dan kukira pertemuan itu, hanya akan menjadi sebatas pertemuan.

Namun tak pernah kusangka, ternyata tuhan memiliki rencananya sendiri.

 

15 Februari 2021- Jogjakarta.

Di sudut ruangan itu kita kembali dipertemukan.

Tanpa sengaja dan tanpa terduga, kau yang pertama kali kusapa dan begitupun dirimu.

 

Tak pernah kusangka kutemui sosok sepertimu.

Kau yang begitu senang mengusiliku disetiap kegiatanku.

Namun rela menukar waktumu demi memastikan keamanku.

 

Seiring waktu berlalu, keakraban kita kian terjalin.

Bermula dari rutinitas pagi, saat aku memetik seuntai bayam dan kau membilas noda di bekas piring itu.

Namun kebersamaan itu terpaksa usai. Kita harus kembali ke pelukan kampung halaman.

Meski begitu, kuharap semua ini tak akan tenggelam dalam ingatan.

Namun akan terpaku dalam memori indah disudut hatimu.

 

 

( untuk sahabat iri di KM CERMAI TO REZA PERMANA PUTRA )

 

No comments:

SURAT TERBUKA UNTUK BUMI

turut berduka cita untuk bumi tak menegerti ini agenda seting manusia atauu ujian dari tuhan ... yang jelas lekas sembuh banyak hiikmah dari...